Translate

Minggu, 13 Desember 2015

Belajar Sejarah Kebudayaan Islam

Apa itu "DAKWAH KULTURAL" ?
Dakwah dengan mengikuti alur budaya ( budaya sebagai perspektif dakwah )
Dakwah dengan menggunakan media budaya
Dakwah mengangkat tema-tema budaya ( budaya sebagai materi dakwah mencari manfaat dan menghindari mafsadat )

Kamis, 10 Desember 2015

Puisiku



RINDU



Teringat candanya
Mengikis rindu yang ku rasa
Terbayang wajahnya
Mengundang sejuta rasa
Ingin ku hapus tinta ini
Terlalu membekas di lembaran putih
Mendung,
Hati kelam
Melirik daun yang msih bergoyang
Bersama burung yang riang

Kamis, 08 Oktober 2015

Berita tentang UIN Sunan Kalijaga

Rabu, 7 Oktober 2015 13:48:49 WIB Dilihat : 349 kali
Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH. Salahuddin Wahid mengatakan, umat Islam sedunia terus mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan keilmuan dan teknologi. Itu karena, berdasarkan studi Rehman dan Askari, Keislaman semua Negara Muslim tidak tinggi. Dari 4 indeks ukuran (Economic Islamicity, Legal and Governance Islamicity, Human and Political Islamicity, International Relation Islamicity), yang didasarkan pada Qur’an dan Sunnah. Hasilnya Keislaman rata-rata Negeri Muslim berada pada nomor 137 dari 208 negara. Indonesia berada pada urutan 140. Negeri Muslim tertinggi adalah Malaysia pada urutan 38. Oleh karenanya, tidak ada lain, umat Islam harus berjuang keras untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan ketertinggalannya.
Hal tersebut disampaikan Salahuddin Wahid dalam seminar yang diselenggarakan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, bertempat di Convention hall, kampus UIN Sunan Kalijaga, Selasa, 6 Oktober 2015. Seminar bertajuk “Islam Nusantara dan Islam berkemajuan untuk Indonesia”, diikuti ratusan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini mengadirkan juga Haedar Nashir sebagai nara sumber.
Lebih lanjut Salahuddin Wahid menyampaikan, bagaimana umat Islam harus berjuang mengejar ketertinggalan? Setiap keluarga dan individu Muslim harus melakukan transformasi menuju akhlak mulia. Kenapa dari keluarga? Keluarga adalah benteng paling kokoh dan persemaian paling baik bagi penanaman nilai, budi pekerti, dan akhlak. Sementara kaum Muslim hendaknya tidak hidup secara tertutup, tetapi terbuka, bermartabat dan setara, kata Salahuddin.
Dijelaskan, ajaran Islam sesungguhnya begitu baik, tetapi dalam penerapannya amat kurang. Salah satu cara untuk menerapkan Islam secara baik adalah bertanya pada diri sendiri. Apakah kita sudah berlaku jujur? Padahal Islam amat mengutamakan kejujuran. Seandainya memang kita menyadari belum berlaku jujur, hendaknya kita terus berjuang keras untuk menjadi orang-orang yang jujur. Sementara untuk seluruh umat Muslim Indonesia, untuk mengejar ketertinggalan, dibutuhkan 3 strategi: demokrasi, akhlak dan ilmu. Agar strategi bisa dilakukan diperlukan 7 persyaratan : Kestabilan politik, 1. Kemajuan ekonomi, 3. Pemahaman keagamaan inklusif, 4. Pemikiran keagamaan modern, 5. Mengurangi dometifikasi, 6. Kemandirian, 7. Tagaknya hukum.
Sementara, Dosen Fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam (Wakil dekan Bidang Akademik), Dr. Fahruddin Faiz, M. Ag., menyampaikan, seminar ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) k eke 33 di Jombang, Jawa Timur (1-5 Agustus 2015) dan Muhammadiyah ke 47 di Makassar, Sulawesi Selatan (3-7 Agustus 2015). Menurut Fahruddin Faiz, tema yang diangkat muktamar NU “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia”, serta tema muktamar Muhammadiyah “Gerakan Pencerahan menuju Indonesia Berkemajuan” membutuhkan implementasi dari jalur pendidikan (terutama pendidikan tinggi Islam). Apalagi tema ini sudah sering menjadi wacana pembicaraan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Dijelaskan, Seminar ini merupakan salah satu upaya mendialokkan tema besar Islam Nusantara dan Islam yang berkemajuan. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, sebagai salah satu pusat kajian Islam di Indonesia, diharapkan kontribusinya untuk memetakan problematika Islam Nusantara dan Islam berkemajuan. Ide-ide dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, diharapkan menjadi rujukan dalam aspek pemahaman terhadap Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan.
Berbagai problem misalnya, Islam Indonesia saat ini tidak cukup memiliki infra struktur untuk mencapai kemajuan. Sehingga sering kalah dengan kelompok lain. Islam Indonesia adalah kelompok mayoritas dengan mental minoritas. Menyadari problem-problem seperti ini, maka umat Islam harus berubah dengan visi berkemajuan dalam semua sektor, dengan kesadaran proses-proses manajemen yang modern. Ditambah lagi Islam di Indonesia hendaknya memiliki watak universal yang kuat, namun tidak meninggalkan yang partikular (lokalitas), Inilah yang bisa memajukan Indonesia. Sementara Islam berkemajuan harus seiring dengan konsep negara Indonesia. Yang digambarkan dalam Pembukaan UUD’45. Yakni cita-cita Negara Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini hendaknya dipahami oleh umat Islam sehingga mau berpikiran terbuka, jelas Fahruddin Faiz. (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).
 
Sumber : http://uin-suka.ac.id/page/berita/detail/1079/islam-nusantara-itu-islam-berkemajuan-dalam-konteks-kebangsaan

Kamis, 01 Oktober 2015

Ups..

   Pagi ini kuawali hari dengan senyuman walau kejadian bangun tidur sungguh tidak mengenakkan. Bagaimana tidak ? Jika bangun tidur perut terasa sangat mulas, ini efek semalam yang memakan bakso kepedesan. Sebenarnya agak menyesal, soalnya membuat mood pagi hari sedikit terganggu. Sebelum berangkat ke kampus untuk trainning ict pun sudah 3kali mampir kamar mandi, oh pagi yang indah.
   Aku berangkat dari rumah sekitar jam 06.20, biasanya waktu yang dibutuhkan di perjalanan sekitar 40 menit akan tetapi di sepanjang perjalanan pagi hari yang diiringi kemacetan aku sampai parkiran kampus jam 07.06. Jadi masuk kelas trainning ict terlambat, tetapi tak mengapa yang penting sudah berusaha untuk tepat waktu.

Minggu, 01 September 2013

TIK in boarding school

   Cerita paling menarik dari pelajaran di sekolah adalah pelajaran tik, soalnya ini yang membuat aku dan teman-teman bikin heboh dan punya rasa yang nanonano. Ehmmmm.................... dengan di temani oleh guru pendamping yang selalu sabar menamani dan mengijinkan kita untuk selalu online di setiap kali pelajaran(makasih ya pak)
   Oh iya, saya mauu pengennya online setiap pelajaran itu full 8 jam pelajaran tapii kapan ya kesampaian. Tolong di tanggapi ya.
   Satu kali lagi, ini yang membuat kita(anak-anak) ngerasa senang, sedih, kecewa dah,
Dan hanya dengan kita di sini bisa merasakannya. WE LOVED IT

Senin, 07 Mei 2012

mengapa aku????

terkadang aku mulai sadar,
betapa pentingnya aku harus menjadi sseorang yang lebih baik dari seseorangg
entah hati mana yang telah menyadarkan ku akan semua ittuu
tappi, aku yakiinnnn
AKU PASTI BISAA

sesuatuu

ya allah, kenapa tetes air mataku jatuh demi seseorang yang tak pernah menyayangiku
kenapa aku merindukan seseorang yang tak pernah bisa beramakuu
kenapa aku mencintai seseorang yang cintanya bukan untukku
ya allahh...
kenapa hati ini tak bisa menerimasemua kenyattan ini
dia bukan untukku
dia bukan milikku
ya allah, berikann aku yang terbaiikk
jika memang dia bukan untukku,, bantu aku untuk melupakann
aku tak mau larut dalam kesedihan
kembalikanlah aku seperti duluu,, 
yang mampu tersenyum walau hatiku menagiss..